BERITA

STAI Al-Hidayat Lasem Jalin Kerja Sama Internasional dengan Universitas Lebanon, Perkuat Nilai Toleransi Pesantren ke Dunia Global

STAI Al-Hidayat Lasem Jalin Kerja Sama Internasional dengan Universitas Lebanon, Perkuat Nilai Toleransi Pesantren ke Dunia Global

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hidayat Lasem kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menjalin kerja sama internasional bersama salah satu perguruan tinggi ternama di Timur Tengah, Universitas Lebanon. Kolaborasi ini menandai langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik sekaligus memperkenalkan model pendidikan pesantren khas Indonesia yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah kepada dunia internasional.

Ketertarikan Universitas Lebanon terhadap STAI Al-Hidayat berangkat dari kekaguman mereka terhadap sistem pendidikan pesantren yang memadukan nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, dan semangat toleransi antarumat beragama. Dalam dialog akademik antara kedua institusi, pihak Lebanon menyampaikan apresiasi atas kemampuan pesantren di Indonesia, khususnya di Lasem, dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis tanpa meninggalkan prinsip keagamaan. Pesantren Kauman Lasem, sebagai induk STAI Al-Hidayat, dinilai memiliki peran penting dalam menjaga nilai wasathiyah (moderat) dalam kehidupan keagamaan.

Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan berbagai program bersama, seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, seminar internasional, hingga pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai moderasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi STAI Al-Hidayat sebagai pusat studi Islam moderat yang dapat dijadikan rujukan oleh dunia internasional, khususnya dalam konteks pendidikan Islam yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan global.

Ketua STAI Al-Hidayat Lasem menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan bahwa ini merupakan momentum penting untuk menunjukkan bahwa pesantren Indonesia mampu berdialog dengan dunia internasional tanpa kehilangan identitas keislaman yang ramah dan toleran. “Kami ingin membuktikan bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar kitab kuning, tetapi juga pusat pembentukan karakter bangsa dan perdamaian dunia,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Universitas Lebanon ini juga menjadi bukti bahwa Lasem, kota kecil yang kaya sejarah, kembali mendapatkan perhatian dunia sebagai pusat peradaban Islam yang terbuka, toleran, dan berdaya saing global. STAI Al-Hidayat optimis bahwa kerja sama ini akan menjadi awal dari banyak peluang internasional lainnya dalam rangka menyebarkan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin ke seluruh penjuru dunia.